-
- Pelajaran 7: Bagaimana pengorganisasian diri memengaruhi hasil kerja 4 menit baca
- Pelajaran 8: Cara menjadi karyawan yang mandiri 3 menit baca
- Pelajaran 9: Bagaimana meningkatkan produktivitas di tempat kerja? 3 menit baca
- Pelajaran 10: Alat Produktivitas 4 menit baca
- Pelajaran 11: Teknik pemecahan masalah 5 menit baca
-
Progres Anda
Dapatkan sertifikat AndaPelajaran 11: Teknik pemecahan masalah
Tidak ada yang suka masalah, terutama di tempat kerja. Namun, masalah adalah bagian dari rutinitas kerja sehari-hari kita. Dalam pelajaran ini, kita akan membahas 5 teknik pemecahan masalah paling umum yang sudah teruji, yang dapat Anda gunakan untuk mengatasi situasi sulit di tempat kerja atau kehidupan pribadi Anda dengan mudah.
-
Tarik napas dan embuskan
Mari mulai dari dasar. Seburuk apa pun masalahnya, seserius apa pun situasinya, Anda dapat melakukan satu hal sederhana—tarik napas dan embuskan.
Kebanyakan orang langsung stres begitu masalah disebut. Mereka merasa harus segera menemukan jawaban, mencari orang untuk disalahkan, dan menginginkan jalan keluar yang cepat dan mudah. Tiba-tiba, menghadapi masalah justru menjadi masalah tersendiri.
Justru karena itu, penting untuk melambat dan menarik napas sejenak. Saat stres, kita membuat satu kesalahan kritis – kita beralih ke apa yang disebut pemecahan masalah biner. Dengan kata lain, kita membatasi pilihan dengan mencoba solusi yang sudah terbukti alih-alih mencoba sesuatu yang baru dan lebih efisien.
-
Ajukan pertanyaan yang tepat sebagai tahap pertama pemecahan masalah
Mengajukan pertanyaan adalah bagian dari tahap prapemecahan masalah. Saat Anda bertanya, otak Anda dapat memunculkan berbagai skenario dan cara untuk mengambil keputusan. Semakin banyak pertanyaan yang Anda ajukan, semakin mudah menemukan solusi bagi masalah Anda.
-
Jangan hanya mengandalkan diri sendiri
Kami tahu ini terdengar aneh, tetapi dengarkan dulu. Salah satu dari banyak alasan masalah muncul dan tak kunjung selesai adalah karena kita terlalu malas atau sibuk untuk mengambil jarak darinya. Dengan kata lain, kita hanya berpikir dari sudut pandang sendiri alih-alih menarik diri dan melihat gambaran yang lebih besar.
Misalnya, jika Anda berada di industri kami (SaaS), Anda mungkin menghadapi situasi di mana orang mendaftar ke aplikasi Anda lalu menghilang setelah masa uji coba. Tentu, Anda bisa mencoba mendatangkan lebih banyak trafik ke situs web Anda, tetapi ada hal lain yang bisa Anda lakukan. Berikut beberapa pertanyaan yang bisa Anda ajukan pada diri sendiri:
- Apakah industri bisnis saya telah berubah?
- Apakah aplikasi saya benar-benar memenuhi kebutuhan pelanggan?
- Apakah strategi penjualan saya perlu diperbaiki?
Kesimpulan: Lihat gambaran besarnya sebelum mencoba mengatasi masalah tertentu.
-
Lakukan brainstorming mendalam untuk membantu memecahkan masalah
Salah satu cara paling efektif memecahkan masalah apa pun adalah sesi brainstorming. Tentu saja, prasyarat setiap sesi brainstorming adalah lingkungan yang ramah dan tidak menghakimi.
Nah, jika Anda ingin brainstorming seperti profesional, ikuti langkah-langkah berikut.
-
HMW atau How Might We
Mulai sesi dengan pertanyaan seperti “Bagaimana kita bisa…” untuk memicu kreativitas tim Anda. Pertanyaannya harus cukup terbuka untuk menginspirasi dan menumbuhkan kreativitas. Namun, pertanyaan itu juga harus cukup fokus dan spesifik agar peserta sesi tetap tertuju pada masalah yang dihadapi.
-
Tuliskan semuanya
Setiap peserta sesi brainstorming Anda harus menuliskan semua idenya, baik di papan maupun di sticky note. Setelah semua ide terkumpul, tempelkan di papan bersama. Jika ide yang muncul belum cukup, ulangi sesi dengan pertanyaan yang sama.
-
Diskusikan ide-ide Anda
Gunakan frasa seperti “Saya suka…”, “Saya berharap…”, “Bagaimana jika…”, dan lainnya untuk membahas setiap ide yang Anda dan tim hasilkan.
-
Pilih ide terbaik
Setelah semua ide terkumpul di satu tempat, saatnya menemukan yang terbaik. Misalnya, Anda bisa membiarkan peserta memberi suara menggunakan sticky note. Anda juga bisa membuat kelompok ide, seperti “Pilihan rasional”, “Solusi terbaik untuk semua orang”, dan lainnya.
Dengan pendekatan ini, Anda dapat menyelamatkan ide-ide yang awalnya tampak aneh tetapi sebenarnya sangat masuk akal dalam jangka panjang.
-
Rumuskan strategi pemecahan masalah
Pada tahap ini, Anda sudah memiliki ide-ide brainstorming terbaik. Inilah saatnya memilih yang terbaik dan menyusun rencana untuk mewujudkannya.
-
HMW atau How Might We
-
5 Mengapa
Jika Anda ingin cepat sampai ke akar masalah, coba teknik ini. Yang perlu Anda lakukan hanyalah mengajukan pertanyaan “Mengapa” sebanyak lima kali. Mulailah dari masalah yang dihadapi dan tanyakan mengapa hal itu terjadi, pastikan jawaban Anda objektif. Lanjutkan bertanya “Mengapa” empat kali lagi. Pada titik tertentu, Anda akan menemukan jawaban sebenarnya dan dapat mulai mencari solusi.
Tantangan terbesar teknik ini adalah memberikan jawaban yang rasional dan objektif untuk setiap “mengapa”. Lawan dorongan untuk menjawab dari sudut pandang Anda sendiri. Sebaliknya, pikirkan alasan logis mengapa sesuatu terjadi. Ingat, mengakui bahwa Anda tidak tahu sesuatu jauh lebih baik daripada memberi jawaban yang subjektif.
Hal terpenting yang perlu diingat adalah masalah selalu terjadi dan akan terus terjadi. Bagaimana Anda memecahkannya ada di tangan Anda, dan sekarang Anda tahu caranya!