-
- Pelajaran 7: Bagaimana pengorganisasian diri memengaruhi hasil kerja 4 menit baca
- Pelajaran 8: Cara menjadi karyawan yang mandiri 3 menit baca
- Pelajaran 9: Bagaimana meningkatkan produktivitas di tempat kerja? 3 menit baca
- Pelajaran 10: Alat Produktivitas 4 menit baca
- Pelajaran 11: Teknik pemecahan masalah 5 menit baca
-
Progres Anda
Dapatkan sertifikat AndaPelajaran 7: Bagaimana pengorganisasian diri memengaruhi hasil kerja
Menjadi tertata dan memiliki etos kerja dapat dan memperbaiki kinerja Anda. Hal ini juga membantu mengurangi stres dan ketegangan karena Anda telah merencanakan segalanya dan menghasilkan kerja berkualitas tinggi.
Namun, apa saja elemen terpenting dari manajemen diri di tempat kerja? Dan yang paling penting, bagaimana pengorganisasian Anda memengaruhi kinerja Anda?
Dalam pelajaran ini, Anda akan menemukan aspek-aspek utama pengorganisasian diri beserta beberapa tips agar lebih baik dalam merencanakan pekerjaan Anda.
Mari mulai.
Seperti telah kami sebutkan sebelumnya, manajemen diri di tempat kerja sangat penting untuk memperbaiki kinerja dan memastikan kesuksesan. Namun, jika Anda ingin meningkatkan kemampuan Anda, sebaiknya pelajari apa saja elemen terpenting yang menjadi dasar pengorganisasian diri.
Perencanaan
Hal pertama yang terlintas saat membicarakan pengelolaan diri adalah keterampilan perencanaan.
Menjadwalkan aktivitas dengan cermat agar pas dalam hari Anda adalah keterampilan yang sangat berguna dan aspek utama produktivitas. Ini membuat Anda lebih andal dan dapat dipercaya. Selain itu, ini memungkinkan Anda bekerja dengan lebih sedikit stres, karena Anda tidak terus-menerus mengkhawatirkan tenggat dan berpacu dengan waktu.
Perencanaan yang efisien didasarkan pada beberapa elemen kecil, seperti:
-
Memprioritaskan tugas dan menyelesaikan yang mendesak. Dengan begitu, Anda menghormati tenggat dan mengurangi risiko rentetan keterlambatan.
-
Proses kerja yang mandiri. Ini berarti Anda tidak sering membutuhkan bantuan untuk menjalankan pekerjaan Anda.
-
Komunikasi yang cepat dan efektif serta selalu mutakhir. Ini berarti Anda menjawab email dan panggilan telepon sesegera mungkin tanpa menunda rapat dan aktivitas bersama lainnya.
-
Penataan di lingkungan kerja. Memiliki membantu produktivitas dengan memastikan Anda selalu tahu di mana letak barang. Menata dokumen secara alfabetis dan menggunakan post-it adalah strategi praktis. Anda dapat menyempurnakannya dengan mendigitalkan dokumen Anda, sehingga file penting dapat dicari langsung. Jika menangani dokumen hukum, bijaksana menggunakan templat untuk kontrak. Ini menghindarkan Anda dari keharusan membuatnya dari awal dan memastikan Anda selalu tahu di mana menemukannya.
-
Ketepatan waktu. Datang tepat waktu atau lebih awal adalah tanda profesionalisme.
-
Kalender yang mencakup semua hari libur, akhir pekan, cuti, acara kantor, dan sebagainya.
-
Komunikasi dan langkah pencegahan. Orang yang tertata memberi tahu atasannya tentang cuti satu atau dua minggu sebelumnya agar perusahaan tidak mengalami keterlambatan dan masalah lain. Selain itu, orang yang mampu mengelola dirinya selalu memiliki rencana cadangan jika terjadi keadaan darurat.
Akuntabilitas
Jika Anda karyawan yang mengelola pekerjaan secara mandiri, besar kemungkinan Anda mencegah banyak kesalahan melalui perencanaan yang cermat. Meski begitu, kesalahan tetap terjadi, dan saat itu terjadi, penting menunjukkan bahwa Anda dapat menanggapinya dengan jujur kepada atasan Anda.
Saat ini, manajer dan CEO mencari karyawan yang tidak takut bertanggung jawab jika terjadi kekeliruan. Hal terakhir yang dibutuhkan perusahaan adalah pekerja yang mencoba menyalahkan orang lain atas kesalahannya. Karena itu, mengakui kegagalan dan keberhasilan Anda adalah bagian dari perjalanan, dan hal itu menghemat dana perusahaan.
Berikut cara karyawan yang tertata menunjukkan akuntabilitasnya:
- Menerima tantangan dan tanggung jawab baru jika mereka yakin dengan perannya.
- Menolak tugas dan proyek baru jika mereka merasa tidak mampu menyelesaikannya.
- Mengakui keberhasilan mereka dengan percaya diri.
- Mengakui kesalahan dengan pikiran kritis dan niat memperbaiki diri.
- Keandalan.
- Keterampilan beradaptasi untuk situasi yang belum pernah terjadi.
Inisiatif
Aspek krusial lainnya adalah inisiatif. Mampu menemukan cara baru mengerjakan pekerjaan Anda atau memunculkan ide baru bagi seluruh bisnis adalah salah satu keterampilan paling berguna.
Sebagian besar agensi yang ingin berkembang berusaha mencari karyawan yang dapat bekerja mandiri dan tahu cara menjadi produktif. Mereka juga mencari orang yang dapat memberi masukan bermanfaat yang mempercepat kemajuan perusahaan.
Keterampilan berinisiatif meliputi:
- Keterampilan memecahkan masalah melalui ide baru dan kreatif.
- Memunculkan ide inovatif yang membantu pertumbuhan perusahaan.
- Mengambil tindakan tanpa menunggu dorongan atasan (kecuali dalam situasi berisiko yang memerlukan persetujuan).
- Mendorong orang lain mengambil langkah dan ikut terlibat.